• 'Love for Sale': Memberi Label Harga Pada Koneksi Manusia
    Beneaththedarknessmovie

    ‘Love for Sale’: Memberi Label Harga Pada Koneksi Manusia

    ‘Love for Sale’: Memberi Label Harga Pada Koneksi Manusia – Kita hidup di dunia di mana tidak ada yang gratis. Sementara beberapa orang berpendapat bahwa “cinta adalah sesuatu yang tidak dapat diuangkan”, melalui film ini, Andi Bachtiar Yusuf berhasil memikat penonton bioskop Indonesia untuk merenungkan pertanyaan sederhana namun menggugah pikiran ini: Bisakah kita memberi label harga pada cinta?

    Richard A. Widjaja (Gading Marten) adalah seorang pria lajang berusia 41 tahun yang hidup hanya dengan kura-kuranya dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berdiam diri di rumah atau menonton sepak bola di kafe.

    'Love for Sale': Memberi Label Harga Pada Koneksi Manusia

    Ketika salah satu temannya akan menikah, ia ditantang untuk membuktikan dirinya dengan membawa serta teman kencan ke resepsi pernikahan.

    Putus asa, dia memutuskan untuk menjangkau Love Incorporated, sebuah platform online yang menjanjikan cinta, untuk menemukan kencan — tentu saja dengan harga tertentu.

    Ternyata kencan itu tidak berakhir malam itu, karena ia harus tinggal bersama gadis itu, Arini Kusuma (Dela Dartyan) selama 45 hari.

    Di hari-hari mereka, Richard harus membuka diri kepada orang lain dan membangun koneksi yang selalu dia hindari sebelumnya.

    Singkat cerita, Arini berhasil mengubah Richard menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, ketika Richard berpikir untuk menikahinya, Arini menghilang.

    Richard kemudian mengetahui bahwa Arini hanya melakukan pekerjaannya dan mungkin tidak pernah benar-benar mencintainya.

    Dan meski hanya bertahan selama 45 hari, Richard terpapar cinta dan dia benar-benar berubah menjadi lebih baik.

    Inilah pemikiran saya: Tidak ada yang salah dengan ceritanya. Premis itu sendiri sangat pintar.

    Ia bahkan mengajukan pertanyaan yang tabu, namun kuat: Apakah Love Incorporated memainkan tipuan? Bisakah cinta dimonetisasi? Bisakah layanan seperti Love Incorporated membuat dunia kita menjadi tempat yang lebih baik?

    Meskipun ini hanya fiksi, kita tidak dapat menyangkal pertanyaan menarik dan relevan ini dalam masyarakat urban modern kita.

    Kami melihat Richard tinggal sendirian, dan meskipun dia bekerja dan bergaul dan mengelilingi dirinya dengan banyak orang, dia akhirnya tetap pulang dan tidur sendirian.

    Untuk dapat merasakan cinta membuatnya menjadi individu yang lebih lembut kepada bawahannya dan lebih terbuka terhadap lingkungannya.

    Cinta mengubah manusia menjadi pribadi yang lebih baik.

    Dan jika seseorang tidak pernah dapat menemukan jodohnya (untuk alasan apa pun), tetapi dapat mengungkapkan perasaan itu dengan membayar sejumlah uang, apakah itu salah secara moral?

    Secara moral akan salah jika Richard merasa ditipu dan dikhianati oleh perusahaan dan wanita yang menemaninya.

    Namun sebelum melakukan kontak fisik dengan wanita mana pun yang disediakan oleh Love Incorporated, pelanggan diharuskan untuk sepenuhnya menyetujui dan menyadari bahwa itu hanyalah layanan profesional.

    Richard telah setuju untuk menggunakan layanan itu, dan dia tahu bahwa itu akan berakhir pada suatu saat.

    Richard bahkan berharap itu akan menjadi hanya satu kencan, tetapi semua interaksi di antara mereka terjadi secara bertahap dan alami sehingga dia mulai percaya bahwa chemistry mereka nyata.

    Jadi, Love Incorporated bukanlah orang jahat, begitu pula Arini dan wanita lain yang bekerja di sana untuk memberikan layanan cinta.

    Apakah itu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik?

    Dari film tersebut, Richard tidak patah hati. Sebaliknya, dia menyadari bahwa dia telah menjadi brengsek bagi karyawannya dan tahu bahwa dia harus menemukan Arini untuk mendapatkan penutupan dan konfirmasi.

    Love Incorporated memberi pelanggannya cinta. Cinta yang mereka berikan bukan hanya interaksi fisik atau status sosial.

    Ini adalah perasaan kabur yang hangat yang membuat pelanggan mereka senang dan membantu mereka menjadi orang yang lebih baik.

    Jadi, jika cinta dapat mengubah dunia kita menjadi tempat yang lebih baik — bahkan jika kita perlu membayarnya — apa salahnya?

    Visinima Pictures berhasil mengajak kita untuk berpikir bersama.

    'Love for Sale': Memberi Label Harga Pada Koneksi Manusia

    Saya sangat yakin akan dinominasikan di Festival Film Indonesia 2018 untuk kategori Pemeran Utama Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Sinematografi Terbaik, Sutradara Terbaik, Film Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik.

    Delia terlalu mengada-ada jika dia mengajukan dirinya untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, tapi saya yakin dia bisa membawa Piala Citra jika dia dinominasikan dalam kategori aktris pendukung.

    Teriakan khusus untuk Gading Marten karena memainkan karakter yang sangat rentan, namun juga bisa dihubungkan. Tolong berikan saja Piala Citranya sekarang.…